Bergerak merupakan Olahraga ,Agar Tetap Sehat Berolahralah

Jumat, 30 Juli 2010

Bola Voly


A.    Sejarah Bola Voli
1.      Asal mula permainan Bola Voli
Pada tahun 1895 WILLIAM G.MORGAN seorang guru pendidikan jasmani YOUNGMAN CRISTIAN ASSOCIATION/YMCA di kota Hoyake Negara bagian Massachusets Amerika Serikat mencoba memainkan memukulkan bola menyebrang di atas net,yang mula –mula hanya bertujuan untuk olahraga rekreasi dalam lapangan yang tertutup (indoor)
Morgan menggunakan net –net tenis yang ia gantungkan setinggi 2.16 m dari lantai selanjutnya sebagai bola di pakai bagian dalam bola basket bola itu kemudian di pantulkan secara terus-menerus melewat net,jadi bola itu tidak boleh menyentuh lantai (harus divoli) nama yang di berikan permainan baru itu adalah “MINONETTE’’.
Morgan kemudian menulis kepada spalding dan brothers suatu perusahaan industry alat-alat olahraga agar di buatkan bola sebagai percobaan. Tidak lama kemudian permainan tersebut didemonstrasikan didepan ahli-ahli pendidikan jasmani dalam suatu konprensi di Springfild College, Springfield Massachusets.dan atas anjuran dokter Alfred T.Halstled anggota dari YMCA Collee setelah melihat bahwa dasar yang di pergunakan dalam permainan Mignonette adalah MEN VOLI bola atau memukul-mukul bola hilir mudik di udara, maka permainan mignonette ini kemudian di ubah menjadi bola voli,permainan ini cepat meluas,karena digemari oleh masyarakat.
2.      Lahirnya internasional volley ball federation (ibf)
Bola voli maju dengan pesat sekali sesudah perang dunia yang pertama .masing-masing Negara eropa mendirikan induk organisasi volley ballnya yang di ikuti dengan pemikiran berdirinya suatu induk organisasi internasional.
Atas usul Polandia diadakan suatu pertemuan 22 negara yang hadir dalam Olimpiade Berlin pada tahun 1936,pokok pembicaraan berkisar pada pembetukan organisasi IVBF.akan tetapi mengingat suhu politik maka pembentukan IVBF ditangguhkan,tetapi internasional tehnikal Committee Of Volley Ball, dapat didirikan yang di gabungkan bersama Internasional Hand Ball Federation,sebagai persiapan berdirinya IVBF, dibentuk Organizing Committee pada tanggal 26 agustus 1947 anggotanya terdiri dari 5 negara yaitu :Chekoslowakia ,Perancis Polandia, Yugoslapia,Uni Soviet diketuai oleh Roland tahun 1947. Kongres pertama dapat dilaksanakan di paris,di hadiri 15 negara, dengan demikian internasional volleyball federation secara resmi  terbentuk yang berkantor pusat di paris ,dihadiri 15 Negara.
Dengan demikian Internasional Volly ball Fedaration secara resmi terbentuk yang berkantor pusat di Paris dan PAUL LIBAUD dari Preancis terpilih sebagai President yang pertama, Sebagai dasar pegangan peraturan permainan dipakai peraturan bola voli yang berlaku di Amerika Serikat.
3.      Perkembangan Bola Voli di Asia
Lebanon adalah Negara Asia pertama menjadi anggota IVBF pada tahun 1947,sedangkan perkembangan bola bola di Asia, mulai di India pada tahun 1900 yang memperkenalkan adalah DE GRAY,seorang ahli pendidikan jasmani dari YMCA, GAILY dan ROBERTSON ( juga dari YMCA ) memperkenalkan olahraga ini pada Negara cina.
Sedangkan Timur Jauh mengenalnya pada waktu itu tahun 1910 dari EL WOOD EL BROWN, tetapi diperkenalkan pada waktu itu tidak seperti bola voli yang di Eropa, yaitu sistim yang menggunakan 6 pemain bola voli di Timur Jauh : Jepang, Korea dan Fhilipina menggunakan sistim 9 pemain dan disebut “ The For Editern Vollyball Sistim “ atau “ Nine Timur Tengah “ atau sistim 9 orang.
Pada tahun 1951 Jeoang dan Fhilipina menjadi anggota IVBF, kedua Negara inilah yang menjadi pelopor negara-negara Asia Timur Jauh menjadi anggota IVBF.
4.      Perkembangan Bola Voli di Indonesia
Olahraga ini sudah dikenal di Indonesia sejak penjajahan Belanda,sekitar tahun 1928, diperkenalkan oleh guru-guru Belanda yang bertugas disekolah-sekolah lanjutan HBS dan AMS. Datangnya tentara pendudukan Jepang mempunyai andil dalam memperkenalkan Bola Voli, terutama di Indonesia bagian Timur oleh KAEGUN ( Angkatan Laut Jepang ),setelah kemerdekaan Indonesia banyak bekas tentara Belanda bergabung dengan tentara RI, melalui mereka TNI telah berjasa mempopulerkannya dalam masyarakat Indonesia.
Sejak PON ke II yang diselenggarakan di Jakarta Bola Voli selalu termasuk olahraga yang dipertandingkan dalam setiap PON. Pembentukan organisasi Bola Voli Nasional dipelopori oleh Surabayah ( IPVOS  = Ikatan Perkumpulan Volley Ball Surabaya ) dan di Jakarta PERVID = Persatuan Volleyball Indonesia Jakarta atas jasa baik Ketua Komisi Teknik KOI Dr. AZIZ SALEH, diadakan rapat pembentukan oleh IPVOS dan PERVID, disalah satu ruangan di stadion IKADA dengan dihadiri tokoh-tokoh olahraga lainnya.


B.     LAPANGAN BOLA VOLI
 



















1.      Ukuran
a.       Lapangan permainan berbentuk empat persegi panjang 18 x 9 m, dikelilingi daerah bebas yang simestris  dengan jarak minimal 3 m. Ketinggian minimal 7 m, diatas permukaan lapangan permainan ini harus bebas dari segala rintangan.
b.      Untuk pertandingan-pertandingan internasional resmi, daerah bebas tersebut minimal 5 m dari garis samping serta 8 m dari garis akhir,ketinggian minimal 12,5 m dari permukaan lapangan permainan , bebas dari segala rintangan.


2.      Permukaan Lapangan Permainan
a.       Permukaan harus datar, horizontal
b.      Pada pertandingan internasional yang resmi hanya diperbolehkan permukaannya terbuat dari kayu atau sintetis. Jenis yang lain harus mendapat pengesahan dari FIVB terlebih dahulu.
c.       Pada lapangan tertutup ( Hall ) permukaannya harus tata warna yang terang. Pada pertandingan-pertandingan internasional yang resmi garis-garis adalah putih, dan warna lain untuk lapangan permainan dan daerah bebas terserah yang dihendaki.
d.      Pada daerah terbuka ( diarena bebas ) diizinkan suatu kemiringan 5 mm permeter untuk pengurasan ( drainage ). Dilarang membuat garis-garis lapangan dengan benda padat yang keras.
3.      Garis-garis Lapangan
a.       Semua garis lebarnya 5 cm. Garis-garis tersebut harus terang dan berbeda warna dari warna lantai dan garis-garis lainnya.
b.      Garis-garis batas
c.       Garis Tengah, membagi dua bidang yang masing-masing berukuran 9 x 9 m . Garis-garis dibawah net dari garis-garis samping ke garis samping lainnya.
4.      Daerah dan Area
a.       Daerah depan ( serang )
Dalam setiap lapangan, daerah depan (serang) dibatasi oleh poros garis tengah dan garis serang selebar tiga meter ke belakang dari garis poros garis tengah.
b.      Daerah service, mulai tahun 1995 selebar 9 m, dibelakang garis belakang
c.       Daerah pergantian
Untuk kompetisi FIVB, daerah pemanasan berukuran 3 x 3 m, tempatnya adalah sudut samping bangku cadangan diluar bebas
d.      Daerah bangku pemain cadangan
Bangku pemain cadangan ditempatkan berjarak 3 m dari garis samping dan 3 m dari garis, imajinasi perpanjangan garis tengah.
5.      Temparatur ( Suhu )
Temparatur tidak boleh lebih rendah dari 10o C ( 50o F ) untuk pertandingan internasional yang resmi mempergunakan ruangan ( hall ) temparatur tidak boleh diatas 25o C (77oF) dan tidak boleh lebih rendah dari 16o C ( 61oF).
C.    PERALATAN BOLA VOLI
1.      Penerangan Lampu
Untuk pertandingan internasional yang resmi,penerangan dalam lapangan tersebut adalah 1000 – 1500 LUX, yang diukur sedemikian rupa pada satu mater diatas permukaan lapangan permaian.
Jaring Net
a.       Lebar net adalah 1 m penjangnya 9,50 m terletak vertical diatas poros garis tengah.
b.      Lobang-lobang berbentuk persegi berwarna hitam berupa mata jala berukuran 10 cm tiap lobang,pada atas net tersebut terdapat pita kanvas putih yang horizontal,lebar 5 cm dibuat lipat dua dan bentuknya memanjang sepanjang net.
c.       Didalam kanvas terdapat kabel yang lentur untuk menegangkan net pada tiang dan ditarik agar tetap tagang. Pada bagian bawah net ( tidak dengan pita ) terdapat tali yang dimasukan pada mata jala, untuk menegangkan dan menarik net supaya kencang.
d.      Pita samping
Dua pita putih lebar 5 cm dan panjang 1 m dipasang pada setiap sisi net yang tegak lurus potong garis samping dengan garis tengah semuanya termasuk bagian dari net.
e.       Antenna atau ( Rod )
Antenna adalah tongkat yag lentur, panjang 1,80 m dan garis tengah 10 mm terbuah dari fiberglass atau bahan sejenis. Dua buah antenna ditempatkan pada sebelah luar dari setiap pit samping dan ditempatkan pada sisi berlawanan dari net, tinggi setiap antenna net 80 cm dan terdapat garis-garis yang berwarna kontras panjangnya 10 cm,lebih baik warna merah putih.
Antena bagian dari batas net dan menandakan batas sisi ketinggian penyeberangan bola.
f.       Tinggi jarring ( Net )
1.      Tinggi net untuk putra 2,43 m dan putri 2,24 m
2.      Tinggi net diukur dari tengah lapangan permainan dengan tiang pengukur. Kedua ujung net ( diatas garis samping ) harus sama tinggi dari permukaan lapangan dan tidak boleh melebihi diatas 2 cm.
g.      Tiang Jaring ( Net )
1.      Tiang net adalah penujang bentuknya harus kuat dan licin dengan ketinggian 2,55 m sebaliknya yang dapat diatur ( Naik turun ).
2.      Tiang-tiang tersebut didirikan pada labtai dengan jarak 0,50 m sampai 1 m diluar setiap garis sampinya.
Jangan mendirikan tiang-tiang tersebut diatas lantai dengan memakai kawat sebagai penegak.Cegahlah segala persiapan perlengkapan yang dpat membahayakan










h.      Bola
Cirri khas bola harus terbuat dari kulit yang lunak ( lentur ) bentuknya bulat yang didalamnya terbuat dari bahan karet atau sejenisnya.
Warna                    : satu warna dan terang
Keliling                 : 65 sampai 67 cm
Berat                     : 260 sampai 280 gram
Tekanan udara       : 0,40 sampai 0,45 kg/cm ( 392-444 M Bar )
Semua bola yang dipergunakan dalam suatu pertandingan harus sesuai dengan ketentuan mengenai : keliling,berat, tekanan udara, tipe            ( bentuk ) dan sebaginya.


1.      Warna terang dan satu warna
2.      Keliling bola 65 – 57 cm
3.      Berat 260 s/d 280 gram
4.      Tekanan udara 0,40 s/d 045 kg/cm
Untuk pertadingan resmi yang diselenggarakan oleh FIVB maupun PP PBVSI harus mempergunakan 3 bola dalam hal ini 6 (enam) orang menjaga bola mengambil tempat setiap sudut pada daerah bebas, dan dibelakang wasit 1 orang.



D.    KETENTUAN PERMAINAN BOLA VOLI
Permainan bola voli dilakukan oleh dua regu dalam lapangan yang dibatasi net,setiap regu terdiri dari 6 ( eam ) pemain inti 6 ( enam ) pemain cadangan, masing-masing regu berhak memainkan bola 3 (tiga) kali pantulan atau sentuhan ( kecuali membendung ) tidak diperkenankan menyentuh bola 2 (dua) kali berturut-turut.
Ketentuan two winning set ( dua set kemenangan ) :
-          Regu yang berhasil memenangkan 2 set sebagai pemenang
-          Apabila terjadi angka sama, maka diadakan deuce dengan ketentuan regu yang mendapat angka selisih dua sebagai pemenang.
Ketentuan theree winning set : ( tiga set kemenangan )
-          Regu yang mememangkan 3 set,sebagai pemenang
-          Apabila terjadi angka sama,maka diadakan deuce dengan ketentuan sebagai berikut :
§  Pada set I – IV bilamana terjadi angka sama,pemenang harus mendapat angka selisih dua,pada angka sama lagi pemenang adalah regu yang memperoleh lebih diatasnya.
E.     TEKNIK DASAR PERMAINAN BOLA VOLI
1.      Servis
a.       Servis adalah suatu upaya memasukan bola kedaerah lawan oleh pemain kanan belakang, yang berada didaerah servis, untuk memukul bola dengan satu tangan.
b.      Servis pertama dalam satu set
§  Servis pertama pada set 1 dan 5 ( dalam three winning set ) dilakukan oleh regu yang ditentukan dengan undian,begitu juga kalau dilaksanakan dengan two winning set.
§  Set yang lainnya akan dimulai dengan servis oleh regu yang tidak melakukan servis pertama pada set terdahulu.
c.       Giliran servis
§  Pemain harus menurut giliran servis seperti terdapat pada daftar posisi
§  Sesudah servis pertama dalam satu set,pemain yang melakukan servis berikutnya ditentukan, apabila regu yang melakukan servis memenangkan permainan,apabila regu penerima memenangkan permainan.
d.      Daerah servis
Daerah servis adalah selebar 9 m belakang garis lapangan







Gambar Servis Atas


e.       Waktu melakukan servis
SERVER (  pemain yang melakukan servis ) dapat bergerak bebas didalam daerah service atau seluruh daerah belakang garis lapangan.pada waktu melakukan servis sambil meloncat,server tersebut tidak boleh menyentuh lapangan (termasuk garis belakang ) juga lantai diluar batas servis.
Persiapan melakukan servis
§  Apabila sesudah dilambungkan atau dilepaskan oleh server,kemudian bola itu jatuh tanpa menyetuhnya adalah merupakan salah satu persiapan servis
§  Sesudah melakukan satu servis, wasit harus memberikan hak kembali untuk melakukan servis dan server harus melakukannya dalam 5 detik berikutnya.
f.       Kesalahan servis
§  Kesalahan servis harus perpindahan servis walaupun lawan tidak pada posisinya ( kesalahan posisi )
§  Tidak melakukan servis yang sebenarnya misalanya : menginjak garis, bola tidak dilepaskan dari tangan







Gambar Passing Bawah
2.      Passing
Hingga kini masih banyak pendapat yang menyamakan antara pass dan set-up yang sebenarnya mempunyai perbedaan tentang tujuannya. Adapun mengenai perbedaan tujuan antara pass dan set-up, dikemukan oleh Prof. Drs. SUHARNO HP, sebagai berikut :
§  Passing bertujuan memberikan bola keteman regunya untuk dimainkan lagi dalam regunya sampai 3 kali,sedangkan set-up : bertujuan mengumpan bola keteman regunya supaya diserang keregu lawan.
§  Passing adalah pengoperan yang harus dialukan dengan bola lengkung yang mudah dimainkan sehingga si pengumpan dapat memberikan umpan pada tempat dan tinggi yang diinginkan.
Macam – macam passing
Sangat menentukan sekali dalam permainan bola voli bahwa jika pasing kurang baik mengakibatkan set-up terumpan dan smash pun akan terpengaruh juga.
a.       Passing Bawah ( UNDER BOARD PASS )
Pass bawah dengan stu tanga atau lengan.
Cara ini dilakukan apabila bola berada agak jauh disisi badan dan agak rendah, sikap lengan adalah dengan bagian telapak tangan diarahkan ke bola,telapak tangan tak perlu terbuka. Juga dipergunakan sikap dengan punggung atau sisinya. Pass bawah dengan kedua tangan atau lengan.
§  “ The Dig “ kedua ibu jari sejajar dan jari tangan yang satu membungkus jari-jari tangan yang lainnya.
§  Pass Rusia : kedua ibu jari sejajar dan jari-jari kedua tangan bersentuhan.
§  Pass Ganda dari bawah : sikap lengan dan tangan seperti pass dari atas,tetapi posisi pergelangan tangan menghadap keatas ( jari-jari terbuka atau jari-jari rapat )
§  Jari-jari saling menyilang berbentuk tinju
§  Dengan kedua punggung tangan
§  Mengemis : kedua telapak tangan menghadap keatas dengan punggung satu tangan saling menempel dan menjepit oleh ibu jari.
b.      Passing Atas ( FORWARD PASS )
Pass atas setinggi dada ( chest pass ) dan pass atas setinggi muka, pass atas ini dilakukan dalam sikap.
§  Pass sikap normal








Gambar Passing mengguling kebelakang



            Gambar Passing Bawah Normal        

§  Pass atas dengan kesamping ( side roll )
§  Pass dengan meloncat kebelakang
§  Pass atas dengan setengah gulung kebelakang
Teknik Passing Atas
Sebelum menyentuh bola,hendaknya pemain sikap normal. Yang dimaksud dengan sikap normal yaitu : Pemain berdiri dengan salah satu kaki berada didepan dua tangan didepan dada, dalam bermain bola voli, sikap normal ini adalah pengambilan sikap tubuh sedemikian rupa,sehingga memudahkan untuk secepatnya bergerak kearah yang diinginkan.Secara keseluruhan tubuh harus dalam keadaan seimbang yang maksudnya agar koordinasi tetap dapat arah yang dikehendaki dalam waktu singkat.
Pada waktu akan melakukan passing segeralah menempatkan diri dibawah bola dan tangan diangkat keatas dengan kira-kira setinggi dahi, jari-jari tangan secara keseluruhan membentuk suatu setengah bulatan. Jari-jari direntangkan sedikit satu dengan yang lainnya dan kedua ibu jari membentuk satu dusut antara siku dan badan ± 45o.
                                    Gambar Teknik Passing Atas
Sikap Permulaan dilihat dari Depan
Sikap saat perkenaan bola, perkenan bola pada jari-jari adalah diruas pertama dan kedua,terutama ruas pertama dari ibu jari,jari disentuhkan pada bola, jari-jari agak ditegangkan sedikit, dan pada saat itu juga diikuti gerakan pergelangan,lengan kearah depan atas.
Setalah bola berhasil dipass maka lengan harus lurus sebagai suatu gerakan lanjutan diikuti dengan badan dan langkah kaki kedepan agar koordinasi tetatp terjaga baik. Gerakan tangan,pergelangan, lengan dan kaki harus merupakan suatu gerakan yang harmonis, sedang pandangan kearah jalannya bola.


Cara melatih passing
1.      Jari-jari tangan terbuka selebar-lebarnya dan berbentuk mangkok serta jari-jari itu tak boleh lemas. Kedua telapak tangan agak miring berhadapan. Agar lebih mudah dimengerti maka para pemain memegang bola dan setelah bola dilepaskan tangan tak boleh berubah
2.      Pergelangan sedikit ditekuk ke belakang sedang siku-siku berada sedikit disisi depan badan condong ke depan. Siku-siku ditekuk hingga kedua belah tangan berada didepan muka.
3.      Badan sedikit dibungkukkan
4.      Satu kaki berada dimuka yang lain dengan kedua lutut ditekuk
5.      Seluruh badan, kaki dan lengan diluruskan bersama pada saat bola disentuh. Sikap pergelangan tangan berikut jari-jari tidak berubah.
 
                  Gambar Teknik Passing Atas
3.      Umpan
Umpan yang baik diawali dengan passing yang baik pula, untuk itu umpan yang baik harus memenuhi persyaratan antara lain sebagai berikut :
·         Bola harus melambung dengan tenang di atas daerah serang pada daerah lapangan sendiri
·         Bola harus berada di atas jarring dengan ketinggian tertentu sehingga mudah untuk smash oleh teman sendiri
·         Jarak bola dari jarring antara 20 sampai 50 cm
·         Umpan harus menghindari pengeblokan lawan ( menempatkan bola umpan yang tidak dijaga lawan )


Jenis umpan
a.       Umpan Normal
F Tinggi bola umpan 2 m ke atas dari tepi atas net dan berlaku di segala posisi
F Jarak antara pengumapan dan smasher sejajar dengan net dengan jarak 2- - 30 cm










Gambar Umpan Normal
b.      Umpan Semi
F Ketinggian boloa diatas tepi net antara 1 – 2 m
F Pengumpan berdiri sejajar dengan net
F Jarak anatar pengumpan dan smasher kurang lebih 1 m
F Umpan semi memerlukan kerjasama yang baik antara pengumpan dan smasher.
c.       Umpan Push ( Dorong )
F Parabola bola antara 0,50 – 1,50 m diatas tepi net
F Bola meluncur diatas net secara parabola,dengan jarak antara 20-50 cm
F Timing antara pengumpan dan smasher harus tepat
F Smasher mengambil awalan diluar haris samping lapangan
d.      Umpan Pendek
F Umpan pendek digunakan untuk penyerangan secara cepat dan mendadak
F Tinggi bola 0,2 – 1 m dari tepi net
F Umpan pendek diperlukan koordinasi yang baik antara pengumpan dan smasher.
e.       Umpan Belakang
F Berdiri sikap normal sejajar dengan net
F Posisi badan dibawah bola yang akan diumpan
F Pandangan kearah belakang untuk melihat jalannya bola ke belakang




Gambar Umpan kebelakang
                                                                                                                                      


4.      Serangan ( Smash )
Proses melakukan serangan dapat dibagi menjadi 4 bagian, yaitu Awalan, Tolakan. Saat memukul bola dan sikap mendarat.
a.       Awalan
F Langkah awalan normal berjarak 2,5 m – 4 m dari net
F Bagian badan rilek dan bahu condong kedepan
F Berat badan dibagi rata pada kedua kaki pada persiapan awalan
b.      Tolakan ( menloncat )
F Tumit dan jari kaki menghentak lantai
F Kedua lengan mengayun kedepan
F Tapak kaki,pinggul dan batang tubuh digerakan secara serasi yang merupakan gerakan yang sempurna
F Gerakan ekplosif dan lompatan vertical.
c.       Memukul Bola
F Jarak bola di depan atas jangkauan lengan si pemukul
F Lengan melecut dengan cepat,pukulan bola secepat dan setinggi mungkin
F Perkenan bola dengan tapak tangan tepat  ditengah-tengah bola dibagian atas bola
F Setelah memukul bola lengan membuat gerakan lanjutan kearah garis tengah badan
F Pukulan yang benar akan menghasilkan bola top spin dan cepat.
d.      Sikap mendarat
F Setelah berhasil memukul bola secara top spin, kembali ke posisi semula sikap sempurna.
F Badan tetap dalam keadaan rilek dan siap untuk serangan berikutnya.
F Mendarat dengan kedua kaki mengeper
F Mendarat dengan jari-jari kaki, lutut dalam keadaan lentur.
e.       Jenis Smash
F Smash normal
F Smash semi
F Smash dorong
F Smash cekis ( Drive smash )









Gambar Serangan ( Smash )
5.      Bendungan ( Blocking )
a.       Bendungan atau blocking adalah salah satu upaya untuk menahan serangan lawan , dengan harapan untuk memperoleh nilai
b.      Blocking yang baik disamping dapat menahan serangan lawan juga sekaligus mematikan serangan lawan untuk memperoleh nilai
c.       Blocking yang tepat adalah pada saat bola akan dipukul oleh tangan smasher kedua belah tangan blocker benar-benar mengurung bola secara rapat,sehingga bola tertahan dengan sempurna sehingga bola akan memantul kembali ke daerah lawan.
d.      Pada waktu blocking kedua tangan harus tegang ( kokoh ) sehingga bola akan tertahan dan memantul kembali
Macam-macam Blocking
Blocking dapat dilakukan secara tunggal ( perorangan )
a.       Blocking tunggal ( Perorangan )
m   Mengadakan langkah ke kiri dan ke kanan
m   Meloncat ke atas dengan tumpuan kedua kaki
m   Menggerakan kedua lengan untuk membendung jalannya bola
m   Mendarat dengan dua kaki secara lentur
b.      Blocking berkawan
m   Prinsip sama seperti pada blocking tunggal hanya dilakukan secara berkawan
m   Menempatkan blocking tepat pada arah datangnya bola,sehingga ruang gerak bola menjadi sempit
m   Bola harus tertahan dengan sempurna sehingga tidak meleset justru bola akan memantul kembali kedaerah lawan.












Gambar Blocking


F.     JENIS PERMAINAN BOLA VOLI
Perkembangan permainan bola voli dewasa ini sangat sejalan dengan perkembangan permainan bola voli diiringi dengan munculnya bermacam-macam jenis permainan voli,semua ini tentu saja dimaksudkan untuk menunjang peningkatan prestasi voli itu sendiri.
Macam-macam jenis permainan voli yang sedang berkembang
1.      Voli Gedung ( Indoor )
Permainan ini lebih dikenal sebutan sistim Internasional ( 6 orang ) cirri-ciri permainan ini adalah
a.       Ukuran lapangan 9 x 18 m
b.      Tinggi net 2,43 m
c.       Tinggi net putrid 2,42 m
d.      Jumlah pemain 6 oang ditambah cadangan 6 orang
2.      Voli sistim 9 orang ( sisitim Timur Jauh )
Permainan ini berkembang dinegara timur jauh seperti Jepang, China, Taiwan, ciri-cirinya adalah :
a.       Ukuran lapangan 11 x 22 m
b.      Tinggi net putra 2,43
c.       Tinggi net putrid 2,24 m
d.      Jumlah pemain 9 orang
e.       Pemain cadangan 6 orang
3.      Voli Pantai/Voli Pasir/Beach Volley/Sand Volley )
Permainan bola voli berkembang pesat sekali,sehingga pada Olympiade 1996 di Atlanta yang akan datang sudah masuk sebagai nomor resmi yang akan dipertandingkan.
Cirri-ciri khas jenis voli ini adalah :
a.       Ukuran lapangan 9 x 8 m
b.      Tinggi net putra 2,43 m
c.       Tinggi net putrid 2,24 m
d.      Kedalaman pasir minimal 15 cm
e.       Bola khusus beach/pantai
f.       Pergantian tempat setiap pelipatan lima jumlah angka/point
g.      Lama permainan dimainkan hanya satu set dengan point 15, pertandingan final dimainkan dengan main dua set dengan angka setiap setnya 12.
4.      Voli Mini ( Mini Volley )
Dengan pesatnya perkembangan voli di dunia ini tentu saja Negara-negara anggota FIVB berlomba-lomba untuk mencapai prestasi setinggi-tingginya.
Salah satu usaha menunjang pencapaian prastasi yang baik adalah dengan penerapan teknik dasar voli sedini mungkin melalui pembinan voli mini, untuk sementara permainan voli mini ditetapkan sebagai berikut :
a.       Ukuran lapangan 5,5 m x 12 m
b.      Tinggi net putra 2,10 m
c.       Tinggi net putrid 2,00 m
d.      Jumlah pemain 4 orang pemain ditambah maximal 2 orang cadangan
e.       Usia pemain 9 – 13 tahun
f.       Ukuran bola nomor 4 ( lebih kecil dan ringan dari bola voli biasa )
g.      Posisi pemain belum dibatasi ( posisi masih tetap urutan serve adalah rotasi biasa )
h.      Sistim pertandingan Two winning set
5.      Voli Lunak ( Soft Volley Ball )
Dalam  usaha promosi untuk masuk masyarakat mengenal voli sebagai olahraga yang dapat dimainkan oleh semua lapisan masyarakat,maka diciptakan voli yang sederhana dengan mempergunakan bola yang lebih lunak tetapi lebih elastis.
Ciri-ciri khas permainan ini adalah :
a.       Luas lapangan ± 6 x 13,60 m mempergunakan lapangan bulutangkis
b.      Tinggi net disesuaikan dengan peserta (orangtua/anak)
c.       Bola khusus bola ringan dan lunak
d.      Jumlah pemain 4 orang (campuran ibu,bapak dan anak)
e.       Cara bermain umumnya dengan permainan voli Internasional tetapi lebih disederhanakan.
G.    PERATURAN PERMAINAN BOLA VOLI
1.      Peserta
a.       Susunan dan pendaftaran
m   Satu regu terdiri dari maximum 12 orang pemain, seorang pelatih/coach. Seorang trainer dan seorang dokter medis.
b.      Kapten Regu
m   Kapten regu harap terdaftar dalam score sheet
m   Kapten regu memakai tanda berbentuk pita yang panjangnya 8 cm dengan lebar 2 cm berwarna lain dari baju kaos,letaknya dibawah nomor dada.
m   Apabila kapten regu tidak bermain dalam lapangan coach atau kapten regu sendiri dapat dapat menunjuk pemain lain untuk bertindak sebagai kapten dalam permainan.
2.      Perlengkapan Para Pemain
a.       Perlengkapan.
m   Perlengkapan pemain terdiri dari baju kaos,celana pendek dan sepatu olahraga
m   Baju kaos celana pendek dan kaos kaki harus seragam,bersih dan berwarna sama untuk satu regu
m   Sepatu harus ringan dan dapat dilipat terbuat dari karet atau sol kulit tanpa bertumit
m   Baju kaos pemain bernomor 1 s/d 18
m   Nomor harus ditempatkan pada bagian tengah depan dan belakang
m   Warna baju kaos harus kontras dan minimal tinggi nomor pada dada 10 cm dan 15 cm pada nomor belakang,lebar garis nomor minimal 12 cm.
b.      Ketentuan pergantian kostum
Jika kedua regu akan bertanding dengan seragam baju kaos berwarna sama regu tuan rumah harus menggantikanya, pada daerah netral regu yang tercantum pertama dalam jadwal pertandingan yang harus penggantian/berganti seragam.
3.      Benda-benda yang dilarang dalam permainan
a.       Seorang pemain dlarang memakai benda-benda yang dapat membahayakan atau menguntungkan dirinya contoh sarung tangan,giwang,cincin,kalung dan sebagainya.
b.      Para pemain boleh memakai kacamata dengan resiko sendiri
c.       Dilarang menggunakan seragam tanpa nomor yang resmi atau warna lain dari pada kostum regunya.
4.      Perwasitan
Demi kelancaran permainan maka di tentukan oleh seorang wasit yang bermutu
Kewajiban wasit bola voli
a.       Wasit mempelajari dan mendalami makna serta mentaati peraturan secara baik dan konsisten serta konsekwen didalam memimpin pertandingan
b.      Wajib memutuskan sesuatu kesalahan dengan tepat,tegas dan lugas pada saat terjadinya kesalahan
c.       Wajib meningkatkan ketyerampilan dan kemampuan serta pengetahuan pribadi tentang perwasitan bola voli
d.      Wajib menyebarluaskan peraturan permainan bola voli di masyarakat
e.       Wajib berusaha selalu meningkatkan mutu perwasitan bola voli dari masyarakat pada khgususnya dan Indonesia pada umumnya.
Tugas wasit bola voli sebagai berikut :
a.       Memimpin pertandningan bola voli dengan sikap adil,obyektif dan berwibawa agar pertandingan dapat berjalan tertib,aman dan lancer
b.      Tugas dilaksanakan sesuai dengan jenjang kualifikasinya dari tingkat klub, cabang, dalam arti seorang wait bola voli tidak boleh memimpin pertandingan diatas kualifikasi sertifikat yang dimiliki.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar